Monday, May 30, 2011

pembunuhan pertama

dimanakah pembunuhan pertama dan siapah pelakunya?Kasus pembunuhan pertama kali dilakukan oleh Qabil sang putra Adam A.S. diceritakan ketika nabi adam mempunyai  anak yang dilahirkan secara kembar, yaitu, setiap bayi lelaki dilahirkan bersamaan dengan seorang bayi perempuan (kembar). adam diperintahkan untuk menikahkan anak lelakinya dengan anak gadisnya yang tidak sekembar dengannya. Qabil kembar dengan Qalima dan Habil kembar dengan Labuda, sehingga Qabil dipasangkan dengan labuda dan habil di pasangkan dengan Qalima.

 Qabil tidak menerima hal itu Karena Qalima menurutnya qalima lebih cantik daripada labuda. Adam A.S sebagai seorang ayah didera kebingungan yang hebat, tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Dirinya terbelah dalam dua pilihan yang serba sulit. Antara cinta kepada kedua putranya, dan antara keberlangsungan persaudaraan serta keselamatan keduanya. Sampai akhirnya Allah S.W.T memberikan jalan keluar kepada Adam A.S , yaitu agar kedua putranya mempersembahkan qurban kepada Allah S.W.T. Mana di antara keduanya yang diterima qurbannya, berarti dialah yang berhak mendapatkan keinginannnya. Habil mengurbankan hail ternaknya yang terbaik, sedangkan Qabil mengurbankan hasil panen yang busuk dan jelek. Keduanya mengharapkan bahwa dirinyalah yang mendapatkan bagian yang lebih baik. 

Qurban yang diterima oleh Allah S.W.T  adalah kurban habil, karena habil ikhlas sedangkan kurban qabil di tolak karena ia berkurban tidak ikhlas dan mengharapkan sesuatu. Qabil pun marah dan membunuh habil. dengan gelisah ia bingung harus dikemanakan jenazah sudaranya tersebut. Kemudian Allah swt menurunkan wahyunya dengan mengutus dua ekor burung gagak yang saling bertarung. Salah satunya membunuh yang lain, kemudian mengubur dengan pelatuknya di bawah tanah. Melihat peristiwa itu Qabil menyesal seraya berkata, ”Aduhai celaka aku, Mengapa Aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu Aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.” QS. Al Ma’idah: 31
setelah itu qabil melarikan diri tak tahu entah kemana.
Bagi saudara ku sekalian perlu diketahui bahwa sanya kita tidak boleh iri atas apa yang didapat orang lain serta tidak memaksakan kehendak kita pada orang lain.semoga cerita ini bisa membawa hikmah.

Ikut andil pengembangan Majelis Ar-Raudhah dengan membeli buku
ads

Ditulis Oleh : rasit ridho Hari: 4:05 PM Kategori:

0 comments:

Post a Comment