Monday, January 30, 2012

Dimanakah tempat kita setelah maut menjemput


Dimanakah tempat kita setelah maut menjemput? Pernahkah anda berfikir tentang hal ini. mungkin tidak! karena kadang esenangan dunia telah melalaikan kita kepada hal-hal religius. bahkan kadang kita lupa untuk melaksanakan perintah yang wajib. Akhlak perbuatan kita adalah investasi untuk hari akhir kelak, maka semoga dengan artikel ini menjadi investasi bagi kita semua.

Dimanakah tempat kita setelah maut menjemput? berikut penggolongan dimanakah tempat kita di hari akhir nanti :
  • Ruh nabi dan rasul
Ruh mereka berada ditempat yang paling baik dan paling tinggi.
  • Ruh syuhada
Ruh para syuhada berada di tengah-tengah burung hijau dan memiliki lampu yang tergantung dilangit, ruh itu dapat keluar dari surga sekehendaknya, kemudian bisa kembali ke pelita tersebut, menurut kisah dari Masruq ketika bertanya kepada Abdullah Bin Mas’ud. Firman Allah dalam Ali Imran: 169, “ Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, tetapi mereka itu di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (Q.S. Ali Imran: 169).
Ruh sebagian syuhada dan bukan semua syuhada, sebab di antara meraka ada yang ruhnya tertahan karena memiliki hutang yang belum ditunaikan. Dari Abdullah Bin Jahsy diceritakan bahwa ada seorang lelaki datang kepada Muhammad dan bertanya, ”Ya Rasulullah apa yang terjadi padaku jika akau terbunuh dijalan Allah?” Muhammad menjawab, “Syurga,” Ketika orang berpaling, Beliau berpaling” kecuali ada hutang, baru saja Jibril memberi tahu aku.”
  • Ruh mukmin yang saleh
Ruh mereka seperti burung yang begelantungan di pohon surga sampai dikembalikan oleh Allah ke jasadnya pada hari kiamat.  Perbedaan antara ruh para syuhada dengan ruh kaum mukmin adalah bahwa ruh syuhada berada di sangkar burung hijau sambil terlepas berjasan ke sana kemari di taman syurga, lalu kembali ke lampu pelita yang tergantung di 'Arasy, sedangkan ruh kaum mukmin berada di sangkar burung tergantung di syurga tetapi tidak berjalan kesana kesini di surga.
  • Ruh orang maksiat
Nash-nash yang menjelaskan azab yang diterima oleh orang yang suka maksiat telah dikemukakan. Orang yang kebohongannya merajalela di azab dengan besi yang ujungnya bengkok yang dimasukan kemulutnya sampai ke tengkuk. Kepala orang yang meninggalkan salat wajib karena tidur, kepalanya akan dihancurkan dengan batu. Bagi para Pezina Laki-laki dan Perempuan akan disiksa di sebuah lubang seperti tungku dari tembikar untuk membakar roti yang bagian atasnya sempit dan dibawahnya luas, sementara api menyala-nyala dibawahnya. Orang yang suka makan Riba berenang dilautan darah dan di tepi lautan darah itu ada orang yang melemparinya dengan batu. Demikian juga dengan orang yang suka mengadu domba di antara manusia dan juga orang yang menyembunyikan harta ghanimah dan lainnya.
  • Ruh orang kafir
Disebutkan dalam hadits Abu Hurairah bahwa setelah melukiskan keadaan orang beriman samapi menempati tempatnya di syurga, Muhammad menyebut keadaan orang kafir beserta sekarat yang dialaminya. Setelah ruhnya dicabut, ruh yang keluar dari jasad orang kafir baunya busuk sampai para malaikat yang membawanya ke pintu bumi berteriak, “Alangkah busuknya ruh ini.” Kemudian mereka membawanya bertemu dengan ruh-ruh kafir lainnya.

Saya berharap semoga setelah membaca postingan ini, kita lebih menjadi manusia yang dekat padaNya. dan semoga kita selalu berada dijalanNya dan mendapat syafaat dihari akhir nanti. amin

Ikut andil pengembangan Majelis Ar-Raudhah dengan membeli buku
ads

Ditulis Oleh : rasit ridho Hari: 9:01 AM Kategori:

0 comments:

Post a Comment