Sunday, June 12, 2011

Russia 2050 is predicted to be a Muslim country

Para ahli yang berkonsentrasi pada wilayah Asia Tengah, meramalkan bahwa Rusia akan berubah menjadi sebuah negara Islam di sekitar tahun 2050. Mereka berharap bahwa negara-negara seperti Mesir terus merangkul negara-negara persemakmuran Rusia
dengan populasi Muslim yang mencintai dan membela nilai-nilai Islam dan budaya Arab. Dari negara mereka lahir ulama terkenal di berbagai bidang ilmu Islam, seperti Imam Bukhari dan Tirmizi, serta ulama lain yang memberikan pengaruh dan kontribusi terhadap dunia Islam.
 
Muhammad Salamah, Asia Tengah spesialis dan persemakmuran negara-negara Rusia dalam seminar di Markas Kebudayaan Abdul Mun'im Al Showi di Kairo dengan tema itu, mengatakan "Negara Imam Bukhari dan Kekayaan di dalamnya", puluhan akademisi Rusia dalam studi menyimpulkan , berdasarkan perkembangan dilihat dari negara-negara Muslim Uni Soviet, kemudian pada tahun 2050 negara Rusia diperkirakan menjadi bagian dari negara Islam
Perkembangan yang signifikan terjadi di Rusia, misalnya dalam hal populasi, jumlah Muslim di Rusia telah mencapai 25 juta penduduk, yaitu 20% dari total penduduk. Para ulama gereja Ortodoks yang berada di negara yang dikabarkan merasa khawatir, untuk melihat perkembangan Islam yang begitu cepat, mereka bahkan menyebut Islam sebagai agama yang mengancam agama esksistensi mereka di sana.
Salamah lalu menambahkan, sejak 20 tahun yang lalu ia terus mengamati perkembangan Islam di Rusia, karena ada Muslim di bawah pemerintahan periode komunis dan berpengalaman menahan diri, seperti melarang tercatat Manuskrip Al-Qur'an, masjid di tutup, sampai akhirnya Sekarang, Muslim Rusia telah mendapatkan hak-hak mereka dengan benar. Dan Islam kini menjadi agama terbesar kedua di negara ini.
Salamah kemudian berbicara tentang upaya untuk menyebarkan Islam, ia mendirikan sebuah Universitas Islam di Moskow, dan apa yang mengajarkan tentang Islam, termasuk politisi senior negara, termasuk Pladimar Putin, Perdana Menteri Rusia sekarang.
Duta Besar Mesir ke Tajikistan, sebuah negara Muslim maka Uni Soviet akan memberitahu Anda semangatnya nilai-nilai Islam di sana, termasuk penyelenggaraan perayaan ulang tahun Imam Abu Hanifah di tahun 2009, pemerintah setempat kemudian mengundang para ulama dari berbagai anggota OKI negara-negara yang dipimpin oleh Sheikh Al Azhar, mereka kemudian diperlakukan secara langsung oleh Presiden Tajik, Ali Rakhmonov.

Ikut andil pengembangan Majelis Ar-Raudhah dengan membeli buku
ads

Ditulis Oleh : rasit ridho Hari: 1:04 PM Kategori:

0 comments:

Post a Comment